




Mendukung keberlanjutan kerja Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) menjadi mandat kerja bagi Ananta Fund yang mengelola dana abadi (endowment fund) sebagai sumber dana berkelanjutan bagi pengembangan kapasitas OMS di tanah air.
Guna mewujudkan mandat tersebut, Ananta Fund memberikan dana hibah kepada Yayasan PIRAC sebagai fasilitator dalam kegiatan peningkatan kapasitas OMS yang berada di kawasan tengah dan timur Indonesia. Lokalatih yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan pada 17-20 Februari 2025 ini bertajuk "Tata Kelola dan Strategi Fundraising untuk Keberlanjutan Organisasi: Memperkuat Kapasitas, Membangun Kemitraan, Melipatgandakan Dampak Sosial”.
Terdapat 40 peserta yang berasal dari 20 OMS berpartisipasi dalam kegiatan ini, yakni:
OMS dari Indonesia Tengah:
- Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Tana Luwu
- Cita Tanah Mahardika
- Institusi Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat
- Jaringan Perempuan Usaha Kecil (Jarpuk Rindang)
- Kartini Manakarra
- Perkumpulan Awan Green Indonesia
- Perkumpulan Wallacea
- Yayasan Agro Sorgum Flores (YASORES)
- Yayasan Kitaji Pinisi Indonesia
- Yayasan Masyarakat Tangguh Sejahtera
- Yayasan MAUPE
- Yayasan Pijar TImur Indonesia
- Yayasan Wahana Komunikasi Wanita
OMS dari Indonesia Timur:
- Lembaga Pengkajian Pemberdayaan Perempuan dan Anak Papua (LP3A-P)
- Papua Paradise Center
- Perkumpulan Nayak Sobat Oase
- Yayasan Baileo Maluku
- Yayasan GASIRA Maluku
- Yayasan Harapan Ibu Papua
- Yayasan Walang Perempuan
Tujuan pelaksanaan lokalatih yakni:
- Mengembangkan kemampuan praktis para pemimpin dan anggota OMS dalam mengelola organisasi secara berkelanjutan;
- Meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam teknik fundraising inovatif untuk mendukung keberlanjutan finansial organisasi;
- Memahami prinsip tata kelola yang baik, transparan, dan akuntabel untuk meningkatkan kredibilitas organisasi;
- Mendorong kolaborasi strategis antarOMS untuk menciptakan peluang kerja sama yang saling menguntungkan; dan
- Membekali peserta dengan landasan pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan organisasi secara mandiri.
Lokalatih turut dihadiri oleh Direktur Program Yayasan KEHATI, Dr. Rony Megawanto; Wakil Direktur Program Yayasan KEHATI, Gita Gemilang; Team Leader Ananta Fund, Raudatul J. Suraya; Grant Manager Yayasan KEHATI, Ali H. Safari; serta sejumlah narasumber yakni Susan dari Yayasan BaKTI yang menyampaikan materi mengenai tata kelola lembaga, juga Zuhair, Ali Imran, dan Sapril Akhmadi mewakili Kalla Group berbagi pengetahuan tentang cara membangun kemitraan. Peserta juga diberikan kesempatan mempresentasikan hasil proposal kelompok di hadapan juri dari Kalla Group, Ananta Fund, dan PIRAC.
Selama empat (4) hari, 40 peserta mendapatkan sejumlah materi yang meliputi:
- Tata kelola yang baik untuk OMS: prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme, serta penerapan tata kelola yang mendukung kredibilitas organisasi;
- Strategi fundraising dan keberlanjutan organisasi: teknik penggalangan dana inovatif, dan strategi diversifikasi sumber pendanaan; dan
- Membangun kolaborasi dan kemitraan: strategi membangun jejaring antarorganisasi, dan teknik pengelolaan kemitraan untuk memperluas dampak sosial.
“Lokalatih ini menjawab kebutuhan organisasi kami khususnya terkait tata kelola organisasi menuju kemandirian dan keberlanjutan organisasi,” ungkap salah satu peserta asal Yayasan Wahana Komunikasi Wanita, Jacky I.Sarimin.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Yunita dari Yayasan MAUPE, yang menekankan jika lokalatih ini memberikan banyak manfaat terutama bagi lembaga mereka di tingkat lokal, “Kami sangat senang sekali dan atas nama lembaga MAUPE Maros mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini, karena berkat kegiatan ini kami banyak mendapatkan ilmu atau pengetahuan baru tentang manajemen dan administrasi kelembagaan, dan kami harus menyadari bahwa ternyata masih banyak yang perlu dibenahi kembali dalam lembaga kami.”
- Lokalatih untuk OMS kawasan tengah dan timur Indonesia
Pelaksanaan lokalatih merupakan tindak lanjut dari hasil riset Ananta Fund dan the SMERU Institute pada 2024 lalu berjudul “Studi Dasar (Baseline Study) Penguatan Organisasi Masyarakat Sipil Lokal di wilayah Indonesia bagian Barat, Tengah, dan Timur”. Dalam riset periode Maret-Mei 2024 yang menjaring 259 lembaga tersebut, hampir 66% peserta survei merupakan OMS yang berada di wilayah barat. Ketimpangan jumlah OMS antarwilayah dan antarkategori ini mencerminkan kondisi riil OMS di Indonesia, dan hal ini merupakan permasalahan mendasar yang harus mendapat perhatian dalam melakukan upaya penguatan kapasitas OMS.
Selain itu, keberadaan lembaga inkubator/capacity builder juga tidak merata di seluruh wilayah studi. Sebagian besar lembaga berada di wilayah barat, khususnya di DKI Jakarta dan Jawa Barat. Di wilayah tengah, dua lembaga diidentifikasi berpotensi menjadi inkubator. Sedangkan studi ini tidak menemukan lembaga inkubator yang berkedudukan di wilayah timur Indonesia. Lembaga inkubator/capacity builder yang berkembang terutama berada di wilayah Pulau Jawa menjadikan hal ini timpang dengan Indonesia wilayah timur.
Berdasarkan hasil riset tersebut, pada hibah tahap dua ini, Ananta Fund memutuskan untuk memprioritaskan pelaksanaan lokalatih peningkatan kapasitas OMS, khususnya bagi lembaga-lembaga yang berada di wilayah tengah dan timur Indonesia.
- Tindak lanjut kegiatan
Setelah lokalatih, 40 peserta akan mendapatkan pendampingan selama tiga (3) bulan mulai Maret-Mei 2025, yang di antaranya berkaitan dengan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), pembuatan proposal program dan/atau kegiatan, pengelolaan basis data dan jaringan, penyusunan laporan keuangan, serta peluang kolaborasi filantropi yang dalam waktu dekat akan dilaksanakan saat Ramadan.
“Kita harapkan setelah pelatihan ini mereka lebih paham setidaknya tiga hal. Pertama dari sisi kemampuan tata kelola organisasi, kedua dari kemampuan fundraising, dan (ketiga) kemampuan melakukan kolaborasi atau kemitraan di lokasi yang berada di sekitar tempat mereka tinggal. Kita berharap para CSO (OMS) yang bekerja di level lokal yang berkontribusi untuk bisa menyelesaikan berbagai masalah-masalah tersebut,” ujar Direktur Program Yayasan KEHATI, Dr. Rony Megawanto di sela kegiatan lokalatih.








